Oleh : KH.M.Ihya Ulumiddin
Allah tabaaraka wata’aala
berfirman :
4 cqäótGö;tr& ãNèdyYÏã no¨Ïèø9$# ¨bÎ*sù no¨Ïèø9$# ¬! $YèÏHsd
‘’ …..Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ?
Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah “ (QS:An Nisa’
: 139)
Perang Badar al Kubra terjadi pada bulan Ramadhan al
Mubarak. Peperangan ini mengandung sekian pelajaran seperti halnya juga
mengandung banyak mukjizat ketika Allah menguatkan dan memberikan pertolongan kepada
kaum muslimin pada kondisi saat mereka sedang lemah sehingga bisa mengalahkan
kaum kafir. Allah berfirman :
ôs)s9ur ãNä.u|ÇtR ª!$# 9ôt7Î/ öNçFRr&ur ×'©!Ïr& (
“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam perang Badar,padahal
kamu adalah ( ketika itu ) orang-orang yang lemah.” QS Ali Imran :
123.
A'©!Ïr& n?tã tûüÏZÏB÷sßJø9$# >o¨Ïãr& n?tã tûïÍÏÿ»s3ø9$# crßÎg»pgä Îû È@Î6y «!$# wur tbqèù$ss sptBöqs9 5OͬIw 4
y7Ï9ºs ã@ôÒsù «!$# ÏmÏ?÷sã `tB âä!$t±o 4
ª!$#ur ììźur íOÎ=tæ
“…yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin,yang
bersikap tegas terhadap orang-orang kafir,yang berjihad di jalan Allah, dan
yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela Itulah karunia Allah,di
berikan-nya kepada siapa yang di kehendaki-nya, dan Allah Maha luas ( pemberian-nya ) lagi Maha mengetahui” QS
al Maidah : 54 .
N2 `ÏiB 7pt¤Ïù A's#Î=s% ôMt7n=xî Zpt¤Ïù OouÏW2 ÈbøÎ*Î/ «!$# 3
ª!$#ur yìtB tûïÎÉ9»¢Á9$#
“ … Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan
golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang – orang yang
sabar “ QS al Baqarah : 249
Mereka berjihad di jalan Allah
dengan satu keyakinan sesungguhnya kemuliaan hanya milik Allah,bukan berasal
dari diri mereka sendiri. Mereka tidak merasa takut cercaan orang yang mencerca
dengan dasar keyakinan bahwa kerendahan hanya boleh pada Allah dan bukan pada
selainNya. Maka tiada kemuliaan kecuali karena Allah.Adapun kerendahan karena
selain Allah maka hal inilah yang Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam memohon perlindungan darinya: “Saya
memohon perlindungan dari kehinaan kecuali padaMu!!”
Dan ketika
Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam
dan kaum beriman mempersembahkan pengorbanan mereka dijalan Alloh demi kemuliaan
yang hanya ada disisinya maka Alloh menyebut mereka dengan firmannya:
4 ¬!ur äo¨Ïèø9$# ¾Ï&Î!qßtÏ9ur úüÏZÏB÷sßJù=Ï9ur £`Å3»s9ur úüÉ)Ïÿ»oYßJø9$# w tbqßJn=ôèt
“Dan adalah kemuliaan itu hanya milik
Alloh,milik rosul-Nya dan kaum beriman” (QS Al Munafiqun:8).
Disini ada peringatan untuk
selalu memurnikan niat yang baik di jalan
mencari kemuliaan tersebut.Dan dari sinilah selaras apa yang menjadi semboyan
kita yang selalu di ulang-ulang oleh lidah kita di jalan dakwah (demi kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin) sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak jatuh
dalam hal yang akhirnya tidak terpuji dalam perjalanan dakwah itu sendiri
sebagai akibat dampak-dampak yang memang memberikan pengaruh di
dalamnya.Sungguh telah dikatakan: “Apa
yang cemerlang dipermulaan akan cemerlang di puncaknya”.
Kerendahan kepada Alloh adalah
pokok ibadah yang menjadi dasar keberuntungan manusia beriman seperti
diisyaratkan dalam firman Alloh:
$ygr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãè2ö$# (#rßàfó$#ur (#rßç6ôã$#ur öNä3/u (#qè=yèøù$#ur uöyø9$# öNà6¯=yès9 cqßsÎ=øÿè?
“Hai orang-orang yang beriman,ruku’lah kamu,sujudlah
kamu,sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat
kemenangan” (QS: al Hajj:77)
Maksud ruku’ dan sujud adalah
sholat. Dan secara khusus,keduanya disebutkan diantara sekian banyak model
akktifitas sholat karena keduanya adalah yang termulia diantara rukun-rukun
sholat yang lain karena keduannya benar-benar memanpakkan ketundukan dan
kerendahan.
Penyebutan
sholat secara khusus sebelum perintah ibadah-ibadah yang lain seperti puasa, haji,
dzikir, bersholawat kepada Nabi shollollohu ‘alaihi wasallam serta ragam
lainnya, dan sebelum perintah berbuat kebaikan kepada sesama dengan zakat, pergaulan
yang baik dan sekian budi pekerti mulia adalah sebagai ibadah dengan bentuk
berakhlak dengan akhlak-akhlak Alloh subhanahuu
wata’ala, dalam hal ini semua ada penegasan bahwa sesungguhnya sholat
adalah tiang agama. Dan kondisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah
saat ia sedang bersujud. Ketika anggota badan yang paling mulia (wajah)
diletakkan di tanah,sejajar dengan tangan,lutut dan kaki bahkan lebih rendah
dari posisi anggota badan yang yang menjadi jalan keluar angin dan tinja dari
duburnya dan urin dari dari depannya
(pantat),(ini semua) semata karena kerendahan kepada Alloh dan kemuliaanNya. Jadi
barang siapa merendahkan diri kepada tuhanNya dan tunduk kepadaNya,maka sudah
menjadi hak bagi Alloh untuk memberikan kemuliaan kapadanaya di dunia dan
akhirat.Jadi,kemuliaan adalah dengan merendahkan diri kepada Alloh. Maka adakah
kemuliaan yang lebih agung dan lebih besar daripada kerendahan diri seseorang
kepada Tuhannya? Sungguh,terkadang anda menyaksikan seseorang yang mulia dalam
penampilannya padahal disisi Alloh dia adalah orang yang hina, begitu juga
orang yang tampak hina diluarnya, padahal disisi Alloh dia adalah orang yang
mulia.
Benar bahwa
Alloh telah memberi pertolongan kepada mereka pada perang Badar,begitupun
ketika terjadi perang Hunain,yaitu
ketika mereka berbangga dengan jumlah yang banyak dan menyangka bahwa kemuliaan
berasal dari mereka sendiri sehingga salah seorang dari mereka berkata “Hari
ini kita tidak akan kalah karena jumlah yang sedikit” maka mereka pun
dikalahkan. Alloh berfirman:
tPöqtur Aû÷üuZãm
øÎ) öNà6÷Gt6yfôãr& öNà6è?uøYx. öNn=sù Ç`øóè? öNà6Ztã $\«øx© ôMs%$|Êur ãNà6øn=tæ ÙßöF{$# $yJÎ/ ôMt6ãmu §NèO NçGø©9ur úïÌÎ/ôB
“Dan (ingatlah) perang Hunain,yaitu diwaktu kamu menjadi congkak
karena banyaknya jumlah(mu),maka jumlah yang banyak itu tidak memberu manfaat
sedikitpun kepadamu,dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu,kemudian kamu
lari kebelakang dengan tercerai berai.” (QS.At Taubah: 25).
Padahal yang berkata demikian
bukanlah pembesar shohabat, namun musibah menjadi merata agar kejadian ini menjadi
pelajaran yang berharga.

0 komentar:
Posting Komentar